Renungan Firman ; Calon Mempelai Perempuan
Judul: Keindahan dan Kehormatan Panggilanmu
Ayat
Pembuka: Efesus 5:21-24
Pendahuluan
Selamat malam saudari terkasih, di hari yang indah ini, kita berkumpul
untuk merenungkan Firman Tuhan yang akan menjadi bekal berharga dalam
perjalanan baru sdri Ria Ekawati. Bagian dari Surat Efesus pasal 5 yang kita
baca bersama sering kali menimbulkan banyak pertanyaan dan bahkan
kesalahpahaman. Ayat ini berbicara tentang suami dan istri, dan khususnya
tentang "tunduk". Terkadang kata ini bisa terasa berat. Namun, hari
ini saya ingin kita melihatnya dari perspektif yang berbeda. Kita akan melihat
bahwa panggilan untuk tunduk ini bukanlah tanda kelemahan, melainkan sebuah
panggilan yang luhur, penuh kehormatan, dan merupakan inti dari rencana Tuhan
yang indah untuk pernikahan.
1. Fondasi Semua Hubungan: Tunduk Satu
Sama Lain (Ayat 21)
Sebelum kita melangkah lebih jauh, mari kita perhatikan ayat 21: "dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam
takut akan Kristus."
Ayat ini adalah kunci untuk memahami seluruh bagian ini. Paulus tidak
langsung berbicara kepada para istri, tetapi ia memulai dengan prinsip
universal untuk semua orang percaya: tunduk satu sama lain.
Ini berarti baik suami maupun istri, baik tua maupun muda, di dalam Kristus,
kita dipanggil untuk mengutamakan yang lain di atas diri kita sendiri.
Kerendahan hati ini, yang berakar pada kasih dan penghormatan kepada Kristus,
adalah fondasi dari setiap hubungan yang sehat, termasuk pernikahan. Jadi,
panggilan untuk "tunduk" dalam pernikahan bukanlah sebuah perintah
yang sepihak, melainkan bagian dari gambaran yang lebih besar tentang bagaimana
kita hidup sebagai orang-orang yang telah ditebus.
2. Panggilan untuk Istri: Menjadi
Gambaran Gereja bagi Kristus (Ayat 22-24)
·
Ayat 22-24: "Hai isteri, tunduklah
kepada suamimu seperti kepada Tuhan, karena suami adalah kepala isteri sama
seperti Kristus adalah Kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh. Karena
itu, sama seperti jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada
suami dalam segala sesuatu."
Mengapa Alkitab membandingkan hubungan istri dengan suami seperti
hubungan gereja dengan Kristus? Karena Tuhan ingin pernikahan menjadi gambaran
yang hidup dari hubungan yang paling indah di alam semesta: kasih antara Kristus dan gereja-Nya.
·
Tunduk kepada Suami seperti kepada Tuhan: Panggilan ini
bukanlah untuk tunduk pada kekuasaan manusia, melainkan untuk melihat suami
sebagai pemimpin rohani yang ditunjuk Tuhan. Ini berarti istri
menghormati kepemimpinannya, bukan karena ia sempurna, tetapi karena Tuhan
telah menetapkannya dalam peran itu. Jadi Tundu adalah sebuah tindakan iman,
sebuah pengakuan bahwa kamu (istri) memercayai Tuhan yang telah memilihkan
pasanganmu.
·
Gambaran Gereja: Sebagai gereja, kita merespon kasih
dan pengorbanan Kristus dengan penyerahan diri dan ketaatan. Demikian juga,
peranmu sebagai istri adalah untuk menanggapi kasih dan kepemimpinan suamimu.
Ini adalah kehormatan yang luar biasa! Kamu memiliki kesempatan untuk secara
nyata menunjukkan kepada dunia seperti apa hubungan antara gereja dengan
Kristus itu.
3. Apa Arti Tunduk Itu?
Penting untuk dicatat bahwa "tunduk" di sini bukanlah berarti
kamu harus pasif, tanpa suara, atau kehilangan identitasmu. Alkitab di tempat
lain (seperti Amsal 31) menunjukkan bahwa seorang istri adalah sosok yang kuat,
bijaksana, dan aktif.
Jadi, apa arti tunduk yang dimaksud di Efesus?
1. Penghormatan: Tunduk berarti
kamu menghormati suamimu sebagai pemimpin rohani. Kamu menghargai pendapat dan
keputusannya, bahkan saat kalian tidak sependapat. Ini bukan tentang selalu
setuju, tetapi tentang menyelesaikan perbedaan dengan cara yang menghormati
peran yang Tuhan berikan kepadanya.
2. Kerja Sama: Tunduk adalah
tentang bekerja sama sebagai satu tim. Ini berarti kamu dan suamimu saling
mendukung, saling melengkapi, dan berjalan bersama dalam satu tujuan.
3. Kepercayaan: Tunduk adalah
ekspresi dari kepercayaanmu kepada Tuhan. Kamu memercayai Tuhan yang telah
menetapkan suamimu sebagai "kepala" keluarga, dan kamu yakin bahwa
Dia akan membimbingmu melalui suamimu.
Ingatlah, panggilan ini tidak akan pernah meminta kamu untuk tunduk pada
dosa atau kekerasan. Sebaliknya, hal itu adalah cara Tuhan melindungi dan
memperkaya pernikahanmu.
Penutup
Saudari terkasih, jangan pernah melihat panggilanmu sebagai beban.
Lihatlah sebagai sebuah kehormatan. Kamu telah diberi peran yang sangat penting
dan indah dalam rencana Tuhan untuk pernikahan. Tundukmu, yang berakar pada
kasih dan penghormatan kepada Kristus, adalah wujud dari imanmu yang akan
menjadi berkat luar biasa bagi suamimu, bagi anak-anakmu kelak, dan bagi dunia
di sekitarmu.
Tuhan membimbing dan memberkatimu dalam perjalananmu. Jadikanlah
pernikahanmu cerminan kasih Kristus bagi dunia.
Komentar
Posting Komentar